Search

Backstreet Boys di Jakarta, Lebih dari Sekadar Nostalgia

Backstreet Boys di Jakarta, Lebih dari Sekadar Nostalgia

Jakarta, CNN Indonesia -- Lagu-lagu Backstreeet Boys telah populer sejak akhir 90-an dan sekitar awal 2000-an. Namun, baru belasan tahun kemudian grup asal Amerika Serikat itu menandai penampilan perdana di hadapan para penggemarnya di Indonesia.

Nick Carter, Kevin Richardson, Brian Littrell, AJ McLean, dan Howie Dorough membayar penantian panjang penggemar lewat gelaran konser yang diadakan pada Sabtu (26/10) malam di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Tak tanggung-tanggung, Backstreet Boys langsung membayarnya lunas dengan dua jam penampilan dan suguhan 33 lagu termasuk hit andalan serta sejumlah lagu baru.


Everyone, I Wanna Be With You, The Call dan Don't Want You Back dipilih sebagai lagu pembuka sekaligus pemanasan konser tersebut. Mereka muncul dalam balutan busana serba hitam dengan sedikit aksen merah.

Teriak histeris yang didominasi penonton kisaran usia 35-an tak kalah dengan konser lain yang ramai didatangi para remaja. Riuh tepuk tangan ikut menggema seisi area konser Backstreet Boys di Jakarta, hampir sepanjang gelaran konser.

Tak heran bila kemudian para personel BSB menyanjung penonton sebagai "The loudest, craziest, dan best audiences ever."

Bahkan, AJ McLean menyatakan bahwa dirinya begitu menyukai keintiman yang hadir malam itu.

"Terima kasih telah begitu bersemangat. Kalian menyanyi begitu indah pada setiap lagu kami. Ini adalah kali pertama kami datang ke sini dan kami berjanji akan kembali dengan penonton seperti ini, semua cinta kami untuk kalian," ucap AJ McLean di tengah-tengah penampilan.

Backstreet Boys, Lebih dari Sekadar NostalgiaTelah berkarier selama dua dekade lebih, Backstreet Boys membuktikan diri masih mampu mengundang histeria penggemar di Jakarta, Sabtu (26/10). (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Puncak penampilan Backstreet Boys sendiri sudah tentu terjadi setiap mereka menyanyikan lagu-lagu hit lawas. Mulai dari Get Down (You're The One For Me), Show Me The Meaning Of Being Lonely, Shape of My Heart, Drowning, Quit Playing Games, I'll Never Break Your Heart, juga All I Have To Give.

Dendang penonton pun mengikuti mereka bernyanyi, bak paduan suara.

Namun, bagian terbaik dari konser ini terjadi saat 10 lagu terakhir dibawakan. Penonton dibuai dengan nostalgia masa-masa keemasan Backstreet Boys, dengan balutan serba putih seperti penampilan di video musik I Want It That Way. Babak akhir ini diawali dengan visual para personel yang diiringi medley beberapa hit terbaik.

Everybody (Backstreet's Back) cukup apik untuk membangkitkan semangat penonton lagi. Lagu itu kemudian dilanjutkan oleh We've Got It Goin' On, That's The Way I Like It, The One, dan I Want It That Way. Tak lama setelah itu, para personel membuat gestur berpamitan dengan melambaikan tangan, dan mengucapkan terima kasih sebelum pergi ke belakang panggung.

Meski sejumlah penonton sudah mulai meninggalkan area konser tapi tak sedikit yang bertahan, tak rela melepas Backstreet Boys pergi begitu saja. Teriakan 'We want more' pun menggema. Selang beberapa waktu, BSB balik untuk menutup konser dengan Don't Go Breaking My Heart dan Larger Than Life, lagu yang memang dibuat khusus untuk para penggemar setia.

Backstreet Boys, Lebih dari Sekadar NostalgiaBackstreet Boys menggelar konser dalam durasi dua jam, memuaskan hasrat penonton yang telah menanti sekian lama kehadiran mereka. (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)
Sepanjang dua jam penampilan, aksi masing-masing personel patut mendapat apresiasi lebih. Mereka bernyanyi dengan stabil meski koreografi ditampilkan hampir pada setiap lagu.

Keintiman dengan penggemar juga dibangun dengan baik. Interaksi-interaksi kecil lewat lambaian tangan hingga gimik berganti baju di atas panggung. Itu termasuk sanjungan dan ucapan terima kasih, serta mengenang karier Backstreet Boys yang dimulai sejak 26 tahun silam.

Selain tampil berlima, masing-masing personel mendapat giliran bernyanyi solo. Brian Littrell dengan Nobody Else, kemudian Howie Dorough membawakan Chateau, Nick Carter dengan The Way It Was, serta AJ McLean dan Kevin Richardson membawakan Passionate.

Di konser ini, tata panggung Backstreet Boys cukup sederhana, hanya bermodalkan permainan visual dari layar di latar serta kanan-kiri. Kesederhanaan itu tak mengurangi kesan akan aksi memukau BSB yang dibantu dengan tata cahaya luar biasa serta sound yang tetap terdengar jelas hingga ke bagian belakang area, di tengah riuh suara penonton.

Secara keseluruhan, Backstreet Boys sukses memenuhi hasrat penonton menonton sang idola tampil secara langsung. Mereka juga berhasil membuat setiap orang dalam konsernya merasa dekat dan terlibat.

Sebuah pertunjukan yang tak pernah disangka akan terasa semenyenangkan ini. (agn/rea)

Halaman Selanjutnya >>>>




Bagikan Berita Ini

0 Response to "Backstreet Boys di Jakarta, Lebih dari Sekadar Nostalgia"

Post a Comment

Powered by Blogger.