Demonstran Hong Kong Minta Maaf Usai Lumpuhkan Bandara

"Terlantar selama tiga hari (di bandara), pembatalan penerbangan dan terpaksa mengubah rencana perjalanan merupakan hal yang tak seharusnya kalian alami, juga bukan maksud awal kami," tulis kelompok demonstran dalam suatu pernyataan, seperti dilansir surat kabar South China Morning Post, Kamis (15/8).
Kendati demikian, para demonstran tidak sama sekali menyinggung serangan yang mereka lakukan terhadap dua pria China, ataupun peristiwa bentrok dengan anggota kepolisian. Para pengunjuk rasa itu memohon agar warga setempat memahami maksud mereka.
"Demi mewujudkan kebebasan para generasi muda, demokrasi dan hak asasi manusia, tolong mengerti kesulitan kami," lanjut pernyataan tersebut.
Kelompok pengunjuk rasa yang memiliki lebih dari 37 ribu anggota di grup media sosial Telegram juga mengumumkan penangguhan terhadap aksi demonstrasi di bandara. Namun, hal itu tak sepenuhnya diakhiri.
"Apa yang terjadi pada Selasa memang tidak baik, tapi itu tidak berarti demonstrasi secara resmi dihentikan," ujar kelompok tersebut.
Sebuah pernyataan yang disertai tanda tangan yang dikeluarkan sekelompok warga Hong Kong yang rindu akan kebebasan dan demokrasi, menyatakan bahwa mereka merasa hancur dan tak berdaya terhadap reaksi berlebihan dari sejumlah demonstran pada Selasa (13/8).
"Banyak warga Hong Kong yang lelah dan menjadi paranoid setelah mengalami semua ketakutan dan ketidakadilan ini," demikian pernyataan tersebut dibacakan.
Sebelumnya, dua pria asal China sempat diserang dan ditahan dengan tangan mereka yang diikat dengan pengikat kabel oleh sejumlah demonstran yang marah pada Selasa waktu setempat.
Kedua pria itu dicurigai sebagai agen rahasia, hingga salah satu dari mereka mengaku sebagai wartawan tabloid Global Times.
Seorang petugas polisi juga ada yang dipukuli hingga membuatnya terpaksa mencabut pistol dan mengarahkannya ke kerumunan pengunjuk rasa tersebut.
Aksi unjuk rasa besar-besaran pecah sejak Juni lalu, di mana para demonstran menuduh kepolisian menggunakan kekerasan.
Unjuk rasa itu disebabkan oleh Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi yang dilakukan pemerintah Hong Kong. Pembahasan itu saat ini memang dihentikan.
RUU yang sekarang tengah ditangguhkan, kemungkinan akan mengizinkan Hong Kong untuk mengirimkan para tersangka kejahatan ke wilayah yurisdiksi yang tidak memiliki kesepakatan ekstradisi, termasuk daratan China. (ajw/ayp)
Halaman Selanjutnya >>>>
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Demonstran Hong Kong Minta Maaf Usai Lumpuhkan Bandara"
Post a Comment